{"id":202,"date":"2026-09-29T05:26:40","date_gmt":"2026-09-29T05:26:40","guid":{"rendered":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/?p=202"},"modified":"2026-09-29T05:26:40","modified_gmt":"2026-09-29T05:26:40","slug":"lentera-hati-bintana-kolaborasi-polres-sukabumi-kota-al-fath-dan-iai-al-fath-dalam-pembinaan-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/?p=202","title":{"rendered":"Lentera Hati Bintana, Kolaborasi Polres Sukabumi Kota, Al Fath, dan IAI Al Fath dalam Pembinaan Remaja"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SUKABUMI<\/strong> \u2013 Program <strong>Lentera Hati Bintana<\/strong> menjadi salah satu bentuk kolaborasi pembinaan generasi muda yang mengedepankan pendekatan preventif, rehabilitatif, pendidikan karakter, dan pemberdayaan. Program yang diinisiasi Polres Sukabumi Kota ini melibatkan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath bersama berbagai pemangku kepentingan, sekaligus menjadi bagian dari implementasi <strong>pengabdian kepada masyarakat Institut Agama Islam (IAI) Al Fath<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Lentera Hati Bintana lahir sebagai respons terhadap tantangan kejahatan jalanan dan kenakalan remaja di Kota Sukabumi. Berdasarkan data tahun 2025 yang dicantumkan dalam laporan program, tercatat sebanyak <strong>926 kasus tindak pidana<\/strong>, dengan 907 kasus atau sekitar 98 persen termasuk kategori kejahatan konvensional. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan pencegahan yang tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga pembinaan karakter secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pembinaan Remaja melalui Pendekatan Kolaboratif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lentera Hati Bintana diinisiasi Kapolres Sukabumi Kota <strong>AKBP Rita Suwadi, S.I.K., M.Si.<\/strong> sejak Desember 2024 sebagai sarana pembinaan bagi pelajar dan remaja yang terindikasi terlibat dalam tawuran maupun aktivitas geng motor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi tersebut kemudian diperkuat melalui Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada <strong>12 Maret 2025<\/strong>. Dalam pelaksanaannya, Polres Sukabumi Kota berperan dalam aspek penegakan hukum dan asesmen, sedangkan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath menjadi pusat pembinaan karakter, mental spiritual, akhlak, keterampilan vokasional, dan kewirausahaan. Program juga melibatkan Kodim 0607 Kota Sukabumi serta unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, BAZNAS, FKUB, dan pemangku kepentingan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penguatan program, <strong>Gedung Lentera Hati Bintana<\/strong> yang berada di kompleks Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, diresmikan pada <strong>28 April 2025<\/strong> sebagai pusat pembinaan terpadu bagi peserta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">IAI Al Fath Hadir melalui Pengabdian kepada Masyarakat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan <strong>Institut Agama Islam Al Fath<\/strong> memperkuat dimensi pendidikan dalam program Lentera Hati Bintana. Program ini ditempatkan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan <strong>Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui semangat pengabdian tersebut, IAI Al Fath mendukung terciptanya model pembinaan yang menghubungkan pendidikan tinggi, pesantren, aparat keamanan, keluarga, sekolah, serta masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pembinaan remaja melalui pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, penguatan keterampilan hidup, dan pemberdayaan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang lebih produktif dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinergi ini sekaligus menjadi ruang implementasi keilmuan dan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan IAI Al Fath agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan <strong>Institut Agama Islam Al Fath<\/strong> memperkuat dimensi pendidikan dalam program Lentera Hati Bintana. Program ini ditempatkan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan <strong>Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui semangat pengabdian tersebut, IAI Al Fath mendukung terciptanya model pembinaan yang menghubungkan pendidikan tinggi, pesantren, aparat keamanan, keluarga, sekolah, serta masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pembinaan remaja melalui pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, penguatan keterampilan hidup, dan pemberdayaan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang lebih produktif dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinergi ini sekaligus menjadi ruang implementasi keilmuan dan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan IAI Al Fath agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>IAI Al Fath Hadir melalui Pengabdian kepada Masyarakat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan <strong>Institut Agama Islam Al Fath<\/strong> memperkuat dimensi pendidikan dalam program Lentera Hati Bintana. Program ini ditempatkan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan <strong>Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui semangat pengabdian tersebut, IAI Al Fath mendukung terciptanya model pembinaan yang menghubungkan pendidikan tinggi, pesantren, aparat keamanan, keluarga, sekolah, serta masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pembinaan remaja melalui pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, penguatan keterampilan hidup, dan pemberdayaan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang lebih produktif dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinergi ini sekaligus menjadi ruang implementasi keilmuan dan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan IAI Al Fath agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan <strong>Institut Agama Islam Al Fath<\/strong> memperkuat dimensi pendidikan dalam program Lentera Hati Bintana. Program ini ditempatkan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan <strong>Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui semangat pengabdian tersebut, IAI Al Fath mendukung terciptanya model pembinaan yang menghubungkan pendidikan tinggi, pesantren, aparat keamanan, keluarga, sekolah, serta masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial generasi muda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Pembinaan remaja melalui pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, penguatan keterampilan hidup, dan pemberdayaan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang lebih produktif dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sinergi ini sekaligus menjadi ruang implementasi keilmuan dan nilai-nilai pendidikan yang dikembangkan IAI Al Fath agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peserta Lentera Hati Bintana mengikuti pembinaan intensif selama <strong>enam hari<\/strong>. Kurikulum program memadukan tiga pilar utama, yaitu pembinaan spiritual dan akhlak, pelatihan vokasional dan kewirausahaan, serta pembinaan kedisiplinan, fisik, wawasan kebangsaan, dan kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada aspek spiritual, peserta dibiasakan menjalankan metode <strong>7 Pembiasaan Berakhlak Mulia (7PBM) dengan Formula 1D-2T-4S<\/strong>, meliputi Dzikir, Tadarus, Tafakur, Salat, Saum, Sholawat, dan Sadaqah. Metode tersebut dikembangkan oleh <strong>Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, SE., CQM., MM., Ph.D.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain pembinaan spiritual, peserta dibekali berbagai keterampilan praktis seperti produksi tahu dan tempe, pembuatan sandal, konveksi dan jersey, hingga keterampilan pangkas rambut. Program juga mengintegrasikan PBB, wawasan kebangsaan, Pencak Silat Sang Maung Bodas, dan olahraga tradisional Maen Boles.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diarahkan untuk meninggalkan perilaku negatif, tetapi juga diperkenalkan pada aktivitas positif yang dapat membangun rasa percaya diri, kemandirian, keterampilan, dan orientasi masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dari Pembinaan Menuju Perubahan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu implementasi program dilakukan terhadap delapan remaja yang diamankan Polsek Cibeureum karena terindikasi hendak melakukan tawuran pada April 2025. Mereka kemudian mengikuti pembinaan intensif di Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath selama enam hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga Angkatan III, laporan mencatat sebanyak <strong>17 peserta<\/strong> telah mengikuti pembinaan, terdiri dari dua peserta pada Angkatan I, 13 peserta Angkatan II, dan dua peserta Angkatan III.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhir pembinaan, peserta memperoleh rapor perkembangan yang mencatat aspek mental, ketaatan ibadah, dan penguasaan keterampilan vokasional. Dokumen tersebut selanjutnya menjadi salah satu pedoman bagi orang tua dan sekolah dalam melanjutkan pengawasan serta pembinaan setelah peserta kembali ke lingkungan masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Membangun Ekosistem Pembinaan Berkelanjutan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Lentera Hati Bintana menunjukkan bahwa penanganan persoalan remaja memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Kepolisian, pesantren, perguruan tinggi, TNI, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui keterlibatan <strong>IAI Al Fath dalam pengabdian kepada masyarakat<\/strong>, program ini diharapkan tidak berhenti pada proses pembinaan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi ekosistem pendidikan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolaborasi pendidikan, spiritualitas, keterampilan, kedisiplinan, dan pemberdayaan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mengarahkan generasi muda dari lingkungan yang rentan terhadap kenakalan menuju kehidupan yang lebih <strong>berakhlak, mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>IAI Al Fath \u2013 Mengabdi melalui Pendidikan, Memberdayakan Masyarakat, dan Membangun Generasi Berakhlak.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUKABUMI \u2013 Program Lentera Hati Bintana menjadi salah satu bentuk kolaborasi pembinaan generasi muda yang mengedepankan pendekatan preventif, rehabilitatif, pendidikan karakter, dan pemberdayaan. Program yang diinisiasi Polres Sukabumi Kota ini melibatkan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath bersama berbagai pemangku kepentingan, sekaligus menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat Institut Agama Islam (IAI) Al Fath. Program [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":203,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=202"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/202\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":204,"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/202\/revisions\/204"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iaialfath.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}